Agustus 15, 2023  •  9 Menit Baca

Ritual dan Makna Prosesi Upacara Pernikahan Adat Jawa

ritual makna upacara pernikahan adat jawa

Sebagai seseorang yang lahir di Indonesia, tentu terdapat beragam upacara pernikahan adat serta ritual yang harus dijalani. Salah satu prosesi acara pernikahan yang paling sering dilakukan adalah prosesi upacara pernikahan adat Jawa khususnya Jawa Tengah. Jika anda dan pasangan akan melangsungkan pernikahan dengan adat Jawa, maka penting sekali bagi anda untuk mengetahui rangkaian ritual  yang akan dijalankan beserta makna yang tersirat dari masing-masing ritual tersebut. 

Khususnya untuk anak-anak muda, kemungkinan tidak terlalu paham akan pemaknaan tersebut. Tetapi, sebagai pasangan yang akan menikah. Alangkah lebih baiknya jika anda dan pasangan benar-benar bisa memahami pemaknaan setiap rangkaian ritual pernikahan agar acara anda berjalan dengan lancar. Orang-orang zaman dahulu yang membuat serangkaian acara tersebut, tentunya sudah memikirkan segala macam aspek dan pemaknaan. Nah, artikel kali ini akan memberikan penjelasan mengenai ritual dan makna prosesi upacara pernikahan adat jawa untuk anda. 

Ritual Pasang Tarub

Ketika anda menyusuri jalan dan melihat di depan rumah seseorang terdapat janur kuning. Anda mungkin sudah bisa memahami bahwa di dalam rumah tersebut terdapat hajatan pernikahan. Tetapi tahukah anda bahwa dalam pernikahan Jawa terdapat ritual yang dinamai dengan ritual pasang tarub yang sangat erat kaitannya dengan janur kuning.

Ritual ini adalah ritual dimana pihak pengantin keluarga laki-laki atau perempuan yang akan mengadakan pesta pernikahan memasang tarub (janur kuning) yang menandakan akan adanya hajatan di dalam satu keluarga. Janur kuning ini biasanya dipasang tepat di depan tempat dimana hajatan tersebut diadakan. 

Prosesi Srah-Srahan

Prosesi srah-srahan atau sering disebut dengan seserahan juga merupakan salah satu acara yang penting ada dalam pernikahan anda dan pasangan dalam adat Jawa. Dimana dalam acara ini, keluarga pengantin pria akan memberikan beberapa barang kepada pihak keluarga perempuan. 

Apakah Anda Memerlukan Jasa Planner Pernikahan Profesional?

"(Required)" indicates required fields

✓ Valid number ✕ Invalid number
Hidden

"(Required)" indicates required fields

✓ Valid number ✕ Invalid number
Hidden

Biasanya terdapat beberapa hal yang dibawakan dalam seserahan tersebut, seperti pakaian, perhiasan, peralatan rumah tangga, dan uang. Tetapi, seiring dengan perubahan zaman. Tak jarang beberapa pengantin memberikan hadiah-hadiah unik lainnya seperti branded makeup, branded bag, dan bahkan ada yang memberikan saham. 

Acara Siraman

Ketika anda mendengar pernikahan artis di beberapa stasiun TV, anda mungkin akan menemukan salah satu prosesi yang sering disebut dengan prosesi siraman. Seperti yang anda pikirkan juga, prosesi siraman ini adalah sebuah prosesi pembersihan badan secara jasmani dan rohani sebelum nantinya anda melakukan ijab kabul.

Prosesi ini biasanya dilakukan oleh keluarga anda sendiri seperti ayah, ibu, kakek, nenek, dan beberapa saudara lainnya yang berjumlah tujuh orang. Angka tujuh ini berkaitan dengan kepercayaan masyarakat Jawa yang berarti pitu atau pitulungan. Yang apabila diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya pertolongan. 

Ritual Midodareni

Eits setelah upacara siraman, masih ada satu ritual lagi yang harus anda lakukan sebelum memasuki acara ijab kabul besoknya. Satu hari sebelum ijab kabul, calon mempelai wanita bersama dengan keluarganya akan bersama-sama berdoa agar ijab kabul dan acara pernikahan anda dan pasangan berjalan dengan lancar.  Nah, acara ini dinamakan dengan ritual midodareni.

Biasanya, sebelum keluarga melakukan doa bersama, kedua orangtua akan menyuapi calon pengantin wanita. Hal ini melambangkan suapan terakhir yang diberikan orangtua kepada calon pengantin wanita sebelum akhirnya ia berumahtangga. Beberapa keluarga bahkan mengadakan acara lainnya yang disebut dengan penebusan kembar mayang (berbagai macam bunga) yang menyimbolkan kesejahteraan alam. 

Acara Ijab Kabul

Kemudian barulah keesokan harinya anda dan pasangan melangsungkan acara ijab kabul. Dalam pernikahan, acara ini adalah acara yang paling penting dan utama yang menyatakan “sah” nya pernikahan anda dan pasangan. 

Prosesi ijab kabul ini dilakukan di depan beberapa orang seperti penghulu, wali, saksi, dan nantinya akan disiarkan ke masyarakat. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya fitnah dari masyarakat akibat ketidaktahuan akan “sah” nya pernikahan yang anda dan pasangan lakukan. 

Prosesi Temu Manten

Prosesi temu manten adalah sebuah prosesi yang dilakukan setelah pengantin melakukan acara ijab kabul. Pada acara ini kedua pengantin baik pria maupun wanita harus dirias dahulu. Barulah selanjutnya keluarga pasangan pria menyerahkan tebusan yang nantinya diberikan kepada kedua orang tua dari pasangan pengantin perempuan. 

Acara ini biasanya disesuaikan lagi dengan kebiasaan adat istiadat. Ada yang melaksanakannya dengan acara yang sederhana, ada pula yang melakukannya dengan midak tigan. 

Midak Tigan adalah sebuah acara dimana pertama pengantin laki-laki harus menginjak telur mentah. Kedua, pengantin wanita akan membersihkan kaki pengantin laki-laki. Tetapi hal yang paling dasar yang dilakukan pada upacara ini adalah tradisi peninggih dimana kedua pengantin saling melempar sirih. 

Ritual Bobot Timbang

Pernahkah dalam acara pernikahan anda melihat dimana ayah mempelai perempuan duduk di daerah pelaminan dan kedua mempelai duduk di pahanya? Anda mungkin bertanya-tanya acara apa yang sedang dijalankan? 

Prosesi yang anda lihat ini disebut dengan acara bobot timbang. Acara ini memiliki filosofi bahwa ayah dari pengantin perempuan telah menerima menantunya dengan baik. Maksudnya dengan baik disini adalah menganggap menantunya yaitu pengantin laki-laki sebagai anak nya sendiri. 

Acara Nanem Jero

Acara Nanem Jero merupakan salah satu puncak dari rangkaian pernikahan adat yang diadakan dengan khidmat. Setelahnya, prosesi nanem jero menjadi fokus utama. Pada tahap ini, ayah dari kedua mempelai memiliki peran khusus dalam mengambil bagian dalam prosesi tersebut. 

Dengan penuh penghormatan, ayah dari pengantin perempuan dan pengantin laki-laki akan memegang bahu masing-masing mempelai, mengantarkannya menuju kursi pelaminan yang telah disiapkan. 

Tindakan ini memiliki makna mendalam, karena melalui langkah ini, mereka ingin menggambarkan tanggung jawab dan harapan besar terhadap kedua mempelai dalam membentuk keluarga yang harmonis dan bahagia. Dalam nilai filosofisnya, momen ini memancarkan pesan bahwa kedua mempelai ditugaskan untuk menjadi sosok orang tua yang baik, serta berperan dalam melahirkan generasi penerus yang memiliki nilai-nilai luhur.

Prosesi Kacar Kucur

Dalam sebuah pernikahan, suami memiliki kewajiban untuk memberikan penghasilan kepada istri. Istri sendiri pun harus bisa mengelola penghasilan yang diberikan oleh suami untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 

Pernikahan Jawa sendiri digambarkan dalam prosesi kacar kucur. Dimana pengantin laki-laki memberikan penghasilannya yang diibaratkan dalam bentuk kacang hijau, kacang merah, kedelai, beras kuning, dan logam kepada pengantin wanita. Disisi lain, pengantin wanita harus menerima pemberian tersebut tanpa tercecer.

Ritual Dulangan

Ritual Dulangan menjadi momen yang memikat dalam perjalanan pernikahan ini. Di sinilah kedua pengantin dengan penuh kasih saling menyuapi nasi yang telah dikepalkan oleh pengantin laki-laki. Dalam adegan yang indah ini, tergambar sebuah pesan simbolis yang mendalam. Nasi yang terbungkus erat melambangkan perjalanan rumah tangga yang akan dijalani bersama, di mana pengantin perempuan dan pengantin laki-laki harus kompak seperti nasi yang bersatu dalam pelukan. 

Lebih dari sekadar mengambil gigitan nasi, ritual ini mengajarkan arti penting kerja sama dan dukungan antara suami dan istri dalam menjalani kehidupan bersama. Pesan ini menggambarkan bahwa perjalanan bahtera rumah tangga akan menjadi lebih lancar jika kedua belah pihak saling mendukung dan berkolaborasi, serta saling berbagi tugas dan tanggung jawab dalam membangun hubungan yang harmonis dan berbahagia.

Terakhir Acara Tilik Besan

Tilik Besan, yang juga dikenal sebagai ngunduh mantu, merupakan ritual di mana pengantin beserta keluarga dan orang tua dari mempelai wanita mengunjungi rumah besan atau orang tua dari mempelai pria.

Ketika tiba di rumah besan, mempelai wanita dengan sopan memberikan penghormatan kepada mertua dengan melakukan sungkem, diikuti oleh langkah serupa dari mempelai pria. Tindakan ini mencerminkan rasa pengabdian dan hormat dari kedua pengantin kepada orang tua atau mertua.

Setelah itu, mertua mempersilakan kedua mempelai untuk duduk di pelaminan. Kemudian, orang tua dari mempelai pria menghampiri orang tua dari mempelai wanita dan mereka duduk bersama di samping pelaminan, menunjukkan simbol penghormatan yang ditunjukkan oleh besan kepada orang tua dari mempelai wanita.

Jika anda menyukai artikel kali ini, anda mungkin juga bakal tertarik dengan konsep foto prewedding adat jawa atau bagaimana cara menghitung weton jodoh ala tradisi Jawa. Anda bisa melihat lebih banyak artikel seputar persiapan dan pernikahan lainnya di Bali Wedding.

Dewi author at Bali Wedding
Seseorang yang telah berkecimpung di dunia wedding sejak tahun 2020. Menulis berbagai topik tentang pernikahan di beberapa platform digital.

Artikel Terkait

tradisi pingitan adat jawa

Mengenal Tradisi Pingitan Adat Jawa

September 19, 20238 Menit Baca

Seperti Apa Pernikahan Impian Anda?

Hubungi kami sekarang, kami akan memberikan Anda vendor pernikahan terbaik untuk mewujudkan pernikahan impian Anda.