Agustus 8, 2023  •  8 Menit Baca

Tips Memilih Bulan Baik untuk Menikah Secara Islam

tips memilih bulan baik untuk menikah

Pesta pernikahan merupakan salah satu momen sakral dari dua pasangan dimana akhirnya kisah cinta mereka dipertemukan dalam suatu acara sangat suci. Khususnya dalam Agama Islam menyampaikan bahwa pernikahan itu adalah sebagian dari ibadah. Hal ini juga disampaikan oleh Ulama Muhammad Quraish Shihab bahwa hidup berpasangan merupakan salah satu fitrah dari manusia. Selain itu, menurut kepercayaan Indonesia, tidak semua hari bisa digunakan untuk merencanakan acara pernikahan. Beberapa hari harus dihindari agar tidak terjadi hal-hal yang buruk. Maka dari itu masyarakat Indonesia memiliki kepercayaan mengenai hari serta bulan baik untuk menikah. Artikel kali ini akan memberikan tips memilih bulan baik untuk menikah secara islam.

Berkomunikasi dengan Keluarga

Hal pertama dan paling penting sebelum memilih bulan baik untuk menikah adalah membicarakannya bersama dengan keluarga. Khususnya keluarga dari kedua belah pihak pasangan. Biasanya masing-masing keluarga memiliki tradisinya sendiri-sendiri. Apalagi jika anda dan pasangan berasal dari dua wilayah yang berbeda. 

Tentu akan terdapat persyaratan dan ketentuan yang harus dilewati pada saat pesta pernikahan nantinya. Sebagai contoh persiapan pesta pernikahan adat Minang tentu saja akan berbeda dengan persiapan pesta pernikahan adat Jawa. Ini bukan hanya perihal pakaian manten saja yang berbeda, tetapi lebih ke dalam tradisi dan kepercayaan dari masing-masing keluarga. Kegiatan berkumpul bersama dengan keluarga ini penting dilakukan agar terhindar dari adanya kesalahpahaman pada saat perayaan pesta berlangsung.

Rukun Nikah dan Hari Baik Menikah

Ketentuan utama dalam sahnya pernikahan terletak pada syarat rukun nikah yang mencakup aspek-aspek penting. Ini meliputi kesepakatan antara calon pasangan untuk menikah, pengucapan ijab dan qabul, hadirnya dua orang saksi yang sah, serta wali dari calon pengantin perempuan. Dalam satu hadis yang terekam dalam literatur ad-Daruquthni, Ibnu Majah, dan Ahmad, Ibnu Abbas dan Aisyah r.a. mengisahkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ﷺ menyatakan pentingnya peran wali yang bijaksana serta kehadiran dua orang saksi yang adil untuk mengukuhkan sahnya pernikahan.

Sementara itu, dalam konteks menentukan waktu yang tepat untuk pernikahan dalam Islam, yang terkait dengan pandangan mengenai keberuntungan dan ketidakberuntungan, ini menyinggung aspek kepercayaan agama. Mengaitkan pelaksanaan pernikahan dengan hari, jam, bulan, atau tahun tertentu sebagai faktor yang mempengaruhi nasib baik atau buruk, sesungguhnya melibatkan elemen ramalan dan tergolong dalam khurafat, yang tegas dilarang dalam Islam. Mempercayai ramalan nasib adalah bentuk perbuatan terlarang dalam Islam, yang mencakup juga ilmu nujum (astrologi). Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ﷺ telah menegaskan bahwa ilmu nujum dianggap setara dengan ilmu sihir, yang jelas-jelas haram.

Apakah Anda Memerlukan Jasa Planner Pernikahan Profesional?

"(Required)" indicates required fields

✓ Valid number ✕ Invalid number
Hidden

"(Required)" indicates required fields

✓ Valid number ✕ Invalid number
Hidden

Hukum Ramalan dalam Agama Islam

Berbicara mengenai ramalan terdapat dua kategori yang terdiri dari ramalan vertikal dan horizontal. Ketika ditelaah lebih jauh, yang dimaksud dengan ramalan vertikal merupakan hal-hal yang berkaitan dengan hal gaib dan merupakan rahasia dari Allah SWT. Hal ini tentu menjadi larangan dalam agama Islam karena ramalan ini banyak membicarakan mengenai nasib yang sebenarnya hanya Allah SWT yang mengetahui nya.

Ramalan horizontal merupakan ramalan yang terkait dengan hal-hal berbau ilmiah. Ilmiah yang dimaksud disini seperti cuaca, ekonomi yang diperbolehkan dalam agama islam. Sebagai contoh misalnya ramalan cuaca, ramalan ini bisa diperhitungkan secara ilmiah dan sains.

Bulan Rabiul Awal 

Bulan Rabiul Awal ini merupakan salah satu bulan baik yang bisa anda dan pasangan jadikan untuk bulan pernikahan. Bulan ini bagi umat Islam sendiri adalah bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang merupakan momen penting.

Selain itu dituliskan juga dalam sejarah agama Islam, terdapat beberapa kejadian penting dan istimewa pada Bulan Rabiul Awal. Sebagai contohnya Rasulullah SAW menikah di Mekkah dengan Khadijah binti Khuwailid pada 10 Rabiul Awal. Bahkan pernikahan Rasulullah SAW ini dikaruniai dengan beberapa anak laki-laki dan perempuan. 

Bulan Syawal

Quraish Shihab mengisahkan bahwa pada masa Arab Jahiliah, terdapat kepercayaan bahwa mengadakan pernikahan di bulan Syawal akan membawa kesialan, bahkan bisa berujung pada perceraian. Namun, pandangan ini tidak sesuai dan ditolak oleh Rasulullah SAW dengan contoh pernikahannya dengan Aisyah. Oleh karena itu, beberapa ulama kemudian merangsang agar pernikahan dilangsungkan di bulan Syawal, mengikuti teladan Rasulullah SAW yang menikah pada bulan tersebut.

Namun, penting untuk mencatat bahwa setiap hari dan bulan sebenarnya memiliki potensi baik, sehingga tidak ada larangan mutlak terhadap melangsungkan pernikahan pada bulan-bulan tertentu. Oleh karena itu, jika seseorang telah memenuhi persyaratan dan kesiapan untuk menikah, baik itu di bulan lain selain Syawal, tetaplah dianjurkan untuk melakukannya dan sebaiknya tidak ditunda-tunda. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi dampak negatif karena penundaan dalam pelaksanaan ibadah pernikahan. Dengan demikian, ini adalah pengingat yang diingatkan oleh Quraish Shihab.

Bulan Muharram

Beberapa orang meyakini bahwa menikah di Bulan Muharram ini akan membawa malapetaka atau kesialan. Dalam kepercayaan Jawa, Bulan Muharram ini sering disebut dengan Bulan Suro yang berasal dari bahasa Arab dan artinya adalah bulan pertama Tahun Baru Jawa.

Kendati demikian, perlu anda ketahui bahwa ini adalah bagian dari tradisi lokal. Dalam Islam sendiri sebenarnya tidak terlalu mengatur mengenai hari pernikahan. Islam menekankan bahwa setiap bulan dan waktu memiliki potensi baik, dan nasib seseorang tidak ditentukan oleh bulan tertentu. Oleh karena itu, keputusan untuk menikah seharusnya didasarkan pada syarat-syarat agama yang sah dan tidak seharusnya dipengaruhi oleh keyakinan yang tidak memiliki dasar ilmiah.

Bulan Dzulqa’dah

Keistimewaan dari bulan Dzulqa’dah ini termanifestasi dalam fakta bahwa Allah SWT dan Rasulullah SAW menjadikannya sebagai salah satu dari empat bulan suci. Tidak hanya itu, bulan ini juga menjadi saksi pernikahan Rasulullah SAW dengan Zainab binti Jahsyi bin Royab dan Maimunah binti Al-Haris, seorang janda lanjut usia. Bulan Dzulqa’dah kerap diasosiasikan dengan simbol ketenangan karena ia jatuh di antara dua perayaan besar, yakni Idul Fitri pada bulan Syawal dan Idul Adha di bulan Dzulhijjah.

Oleh karena itu, bagi mereka yang mengamati tradisi dan budaya, bulan Dzulqa’dah dapat dianggap sebagai waktu yang potensial untuk melangsungkan pernikahan. Kehadirannya dalam daftar bulan mulia menambahkan dimensi religius yang mendalam, dan kisah pernikahan Rasulullah SAW pada bulan ini menunjukkan bahwa ia memiliki makna penting dalam konteks pernikahan dalam Islam. Selain itu, posisinya yang terletak di tengah-tengah antara dua momen sakral Islam, menciptakan suasana ketenangan yang dapat menjadi latar belakang yang harmonis untuk perayaan sebuah ikatan suci.

Tips Memilih Bulan Baik untuk Menikah Secara Islam

Inilah tips memilih bulan baik untuk menikah secara islam. Dalam menjalani proses pernikahan, kesadaran akan nilai-nilai Islam dan penghormatan terhadap prinsip-prinsip agama sangatlah penting. Pilihan bulan pernikahan seharusnya didasarkan pada kepatuhan terhadap ajaran Islam dan persiapan yang matang, bukan sekadar keyakinan tanpa landasan atau ramalan yang tidak ilmiah. 

Dengan memahami bahwa semua waktu dalam agama Islam adalah berharga dan dapat mendatangkan berkah, pasangan dapat mengambil langkah menuju ikatan pernikahan dengan penuh keyakinan dan ketenangan, mengabaikan pandangan yang mengarah kepada khurafat, dan mengikuti petunjuk agama yang membimbing mereka menuju pernikahan yang sah dan berbahagia. Jika anda menyukai artikel kali ini, silahkan kunjungi artikel lainnya seputaran pernikahan yang dapat membantu anda mempersiapkan hari istimewa bersama pasangan.

Dewi author at Bali Wedding
Seseorang yang telah berkecimpung di dunia wedding sejak tahun 2020. Menulis berbagai topik tentang pernikahan di beberapa platform digital.

Artikel Terkait

tradisi pingitan adat jawa

Mengenal Tradisi Pingitan Adat Jawa

September 19, 20238 Menit Baca

Seperti Apa Pernikahan Impian Anda?

Hubungi kami sekarang, kami akan memberikan Anda vendor pernikahan terbaik untuk mewujudkan pernikahan impian Anda.